Aku masih ingat kali pertama bertemu perempuan itu, di pemakaman temanku. Dia berdiri di ujung jalan, berpakaian serba hitam, dengan rambut panjang terurai. Kesan pertamaku adalah: cantik. Perempuan itu berdiri dengan wajah datar, berbeda dengan ekspresi para pelayat lain, di bawah payung merah menyala terang. Seperti melihat melalui sebuah kamera film, perempuan itu terlihat jelas di mataku, meny
Sudah dua menit lebih Niko menatapi dua angsa di atas kasur. Dua angsa itu dibentuk dari handuk yang dililit, sayapnya dari handuk yang lebih kecil dilipat rapi. Di atas kasur, di bawah angsa, ada tulisan ‘Happy Honeymoon’. Pada situasi yang tepat, ini adalah service yang istimewa dari sebuah resort mewah. Namun, Niko tidak bisa menahan rasa kesal, bercampur sedih, juga kecewa. Dia melepaskan
Ketiga kalinya Toni mencoba memegang kupingku, aku tidak bisa tahan lagi. Kebiasaan memegang kuping sebelum tidur ini membuatku risih. Awalnya memang tidak apa-apa, tetapi lama-kelamaan aku jadi susah tidur: kuping panas dan lengket, hasil dari tangan dia yang penuh keringat.Toni masih umur lima tahun, tetapi tangannya cukup berat untuk membuat ujung kupingku jadi melar ke bawah. Rasanya seperti a
Untuk dua orang yang sedang kencan pertama, berbagi cerita horor mungkin hal terakhir yang seharusnya mereka lakukan. Tapi, inilah yang terjadi dengan Oki dan Rahma. Inilah yang terjadi jika dua orang sudah kehabisan bahan obrolan.Mereka berdua duduk di ruang tunggu kosan Rahma, sesaat setelah mereka nonton film di Epicentrum Walk. Kosan ini khusus putri, ibu kosnya galak, dan tamu
Sudah setahun kamu hilang, tapi aku masih ingat bentuk awan pagi itu. Kita berdua di depan rumahmu, kamu dengan tas gunung di punggung. Aku, yang masih mencoba setengah mati untuk menahan kamu pergi, kamu yang malah membahas awan.‘Lihat deh awan itu, bentuknya kayak apa?’ tanya kamu.Aku melihat ke arah langit biru, ke arah ujung telunjukmu. Aku jawab jujur, ‘Kayak gum
Kalau ada yang bilang cewek sama cowok mustahil bisa sahabatan tanpa ada perasaan, bawa orangnya ke depanku. Karena aku tahu dengan pasti aku, Audi, adalah seorang perempuan. Aku juga tahu Bimo, sahabatku, adalah laki-laki. Bisa kok kami bersahabat, empat tahun, tanpa ada salah satu dari kami yang tergelincir ke jurang gelap bernama jatuh cinta.Tidak sulit untuk aku dan Bimo&nb
‘Kenapa aku gak boleh gendong anakku sendiri?’ tanya si suami, kesal. Di ujung kamar, istrinya duduk di kursi, melihat ke arahnya. Si suami ada di dekat jendela kamar mereka, berdiri dekat kasur, masih memandangi wajah putrinya yang sedang tertidur pulas. Istrinya berkata, ‘Kasihan, dia baru tidur. Nanti terbangun.’‘Tapi aku kan bapaknya, gak apa-apa juga kalau dia bangun seben
‘Jadi kita ini apa?’ tanyaku sambil mengunyah batagor yang mulai dingin.‘Indah,’ kata Ardi, memanggil namaku. ‘Kita ini ya Homo Sapiens. Manusia. Lo tuh tidur mulu sih pas lagi pelajaran biologi.’Ardi sering menghindari pertanyaan yang sulit dengan candaan, tapi kali ini aku butuh penjelasan. Kami berdua sudah dekat selama setahun belakang, dan pada momen kelulusan SMA saat ini
Tokoh utama kita bernama Alfred, atau sebagaimana teman-temannya memanggilnya: Kampret. Di antara pertemanan sesama cowok, memang ada kecenderungan membuat nama keren yang susah-susah dikasih oleh orang tua menjadi lebih culun. Di SD dia dipanggil Alfred, di-SMP, dia dipanggil Kepret, baru di SMA dia dipanggil Kampret. Nama ini terbawa terus sampai seka